Konten [Tampil]
Masih lekat di ingatan, saat pertengahan Desember 2016 yang
lalu saya berkesempatan mengikuti Mombassador SGM 2016. Acara berlangsung
selama tiga hari di Yogyakarta. Selama tiga hari tersebut kami dijamu, diajak
jalan-jalan dan diberi bekal pengetahuan oleh Sari Husada. Jika siang harinya
kami berkegiatan dengan santai namun berisi, malam harinya kami dapat
beristirahat dengan nyaman di sebuah resort yang eksotis yaitu Westlake ResortYogya.
Beberapa ilmu yang saya peroleh pada hari kedua adalah
mengenai sejarah Sari Husada, Aturan dan persyaratan untuk mengunjungi sebuah
pabrik (penting bagi saya karena baru pertama kali ini hihihi) dan tentu saja
yang tidak kalah penting adalah materi tentang seribu hari pertama kehidupan.
Pengetahuan ini penting baik bagi bunda maupun calon bunda, kenapa? Tunggu penjelasan
saya berikutnya ya…
Sejarah Sari Husada
Sejak awal didirikan pada 14
Agustus tahun 1954 lalu, Sari Husada awalnya bernama NV.Saridele. NV Saridele didirikan secara bersama-sama oleh
pemerintah Indonesia dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa pada saat itu untuk
mengatasi masalah malgizi pada anak-anak dan ibu setelah masa perang. Saridele berkomitmen untuk memberikan produk
yang berkualitas tinggi, memberikan edukasi dan layanan kepada seluruh bunda
dan anak yang ada di seluruh Indonesia.
Pada tahun 2008 Sari Husada
bergabung dengan Danone Group yang memiliki misi yang sama dengan Sari Husada.
Dengan bergabungnya Sari Husada dengan Danone menjadikan produk Sarihusada
memiliki standard yang lebih tinggi namun harga tetap terjangkau karena tidak
perlu membayar royalty ke Negara lain.
Factory Visit
Peraturan yang ketat saat
mengunjungi pabrik sangat diperlukan. Karena sebuah pabrik, apalagi pabrik susu
formula seperti Sari Husada yang saya kunjungi beberapa waktu lalu sangat
menjaga kualitas produk yang dihasilkan. Segala aspek kesehatan dan keamanan
sangat diperhatikan sejak bahan baku sampai menjadi produk yang sudah dikemas
dan siap dipasarkan. Bahkan sampai distribusi kepada konsumen, masih
diberlakukan standard yang tinggi. Agar produk yang diterima konsumen terjaga
kualitasnya.
Sebagai konsumen pun kita harus
tetap menjaga kualitas produk agar susu yang kita maupun anak kita konsumsi
masih sama kualitasnya dengan susu yang baru keluar dari pabrik. Caranya adalah
dengan tetap menyimpan susu dalam kemasannya (alumunium foil) lalu tutup rapat
dan simpan di tempat yang kedap udara.
Sari Husada selain menjaga
kualitas produk, juga sangat memperhatikan aspek lingkungan di sekitar pabrik.
Terbukti dengan diperolehnya Green Proper Award dari Kementerian Lingkungan Hidup.
Green Proper Award adalah penghargaan program penilaian Peringkat Kinerja
Perusahaan dalam Lingkungan Hidup. Tidak heran kalau Sari Husada memperoleh
penghargaan ini, bisa dilihat dari suasana pabriknya yang hijau dan sejuk.
Karena luas area tamannya lebih luas daripada area pabriknya. Salut buat Sari
Husada.
Beberapa syarat untuk mengunjungi
pabrik Sari Husada adalah : mengajukan proposal, minimal satu bulan sebelumnya,
usia peserta minimum SMA/sederajat. Jumlah peserta min 30 orang maks 120 orang.
Dan peraturan tentang “DO AND
DON’T “ saat berkunjung ke pabrik akan dijelaskan ketika anda sudah berada di
area pabrik.
Etapi, kalau ada adik-adik
dibawah usia SMU masih bisa kok belajar tentang produksi susu. Datang saja ke Taman
Pintar Beringharjo Kota Yogyakarta. Karena disana ada wahana miniature pabrik
yang berfungsi sebagai alat peraga. Karena diperuntukkan anak-anak, maka wahana
ini dikemas secara menarik. Tapi tetap membawa pesan bahwa untuk memproduksi
susu itu dibutuhkan teknologi, ketelitian dan standar yang tinggi agar
menghasilkan produk yang berkualitas.
Bagaimana? Menarik bukan ? saya
aja mau diajak lagi ke pabrik yang produksinya sehari mencapai 400 ton susu
ini, Nah kamu…iya kamu…bagaimana hihihi
1000 hari pertama kehidupan
Sebagai orang tua tentu akan
bahagia sekali jika anak-anak kita tumbuh dengan sehat, ceria sesuai dengan
masa perkembangannya. Tentunya kita akan melakukan segalanya, semampu kita agar
hal itu bisa terwujud. Memang segala sesuatu adalah takdir dari yang kuasa,
tapi sebagai manusia kita harus berusaha untuk mendapatkan yang terbaik yang
kita mampu. Nah, agar anak- anak dapat tumbuh dengan sehat, sebagai orang tua
kita harus membekali diri dengan ilmu dan pengetahuan. Salah satunya adalah
tentang pentingnya seribu hari pertama kehidupan ini.
Apa yang kita Alami, Lakukan atau Makan Selama 1000 Hari Pertama Kehidupan Akan memberikan Konsekuensi yang panjang terhadap kesehatan di masa depan
(SariHusada.co.id)
Apa itu 1000 Hari pertama
Kehidupan?
Sebagian besar masyarakat masih
mempercayai bahwa kesehatan anak itu sangat dipengaruhi oleh factor keturunan.
Jadi ketika orang tua memiliki tubuh yang lemah, gampang sakit-sakitan maka
mereka otomatis akan meyakini bahwa nantinya anak mereka akan memiliki kondisi
tubuh yang sama. Padahal pemikiran tersebut hanya berdasar mitos belaka.
Kenyataannya kesehatan seseorang
itu hanya 20% saja dipengaruhi oleh factor keturunan. Selebihnya atau 80 % nya
dipengaruhi oleh faktor lingkungan. Salah satu factor yang sangat berpengaruh adalah
faktor gizi.
Seberapa penting 1000 Hari pertama
Kehidupan?
Jawabnya adalah penting sekali!.
Karena 1000 hari pertama kehidupan adalah periode kritis tumbuh kembang anak
yang akan mempengaruhi kualitas kesehatan seumur hidupnya. Bisa dikatakan,
apabila masa seribu hari pertama kehidupannya berjalan baik, maka ketika dia
dewasa nanti kualitas kesehatannya akan baik juga.
sbr: Sarihusada.co.id |
Mengapa demikian? Karena pada
masa 1000 hari pertama itulah seluruh organ tubuh mengalami perkembangan hingga
menjadi organ yang mampu bekerja secara sempurna.
Untuk itu diperlukan gizi yang
tepat dengan jumlah yang seimbang agar 1000 hari pertama kehidupannya dapat
berjalan dengan baik.
Apabila pada masa ini gizi yang
diberikan tidak mencukupi maka akan mempengaruhi kualitas kesehatan si anak
bahkan sampai dewasa nanti. Dampak yang mudah kita lihat adalah anak jadi
sakit-sakitan.
Namun ada pula dampak yang tidak bisa kita lihat secara kasat mata, karena efeknya hanya dapat dirasakan dalam jangka panjang. Diantaranya adalah :
Namun ada pula dampak yang tidak bisa kita lihat secara kasat mata, karena efeknya hanya dapat dirasakan dalam jangka panjang. Diantaranya adalah :
- otak tidak berkembang secara maksimal. Akibat jangka panjangnya adalah tidak optimalnya kemampuan kognitif dan dalam pendidikan
- perkembangan fisik tidak optimal akibatnya adalah tubuh tidak tumbuh secara optimal (pendek)
- tidak optimalnya perkembangan organ metabolic akibatnya adalah pada saat dewasa nanti akan mudah terkena penyakit metabolis seperti Hipertensi, Diabetes, Obesitas, Penyakit Jantung dan Stroke.
sbr: sarihusada.co.id |
Itulah mengapa pengetahuan
tentang 1000 hari pertama kehidupan ini harus diketahui oleh :
1.
Ibu : karena ibulah yang berperanan besar
mengatur gizi pada makanan yang diberikan ke anak-anak
2.
Ibu hamil: karena masa 1000 hari pertama
kehidupan ini dimulai sejak dalam kandungan
3.
Calon mempelai/ calon istri : agar ketika sudah
menikah dan kemudian hamil sudah paham betul pentingnya 1000 HPK
4.
Bapak, calon Bapak dan Calon pengantin pria.
Bagaimanapun untuk memenuhi gizi keluarga diperlukan dukungan dari Suami, baik
berupa materi maupun non materi.
Lalu bagaimana dengan ibu-ibu
yang usia anaknya sudah lebih dari 1000 HPK seperti saya? Jangan khawatir,
sebagai orang tua tentu kita sudah berbuat sebaik mungkin untuk anak-anak kita.
Biarlah usaha kita itu yang menjadi amalan kita agar dicatat dan diberi
anak-anak yang sehat sebagai balasannya #namanyajuga menghiburdiri. Atau…
nambah anak lagi aja hihihi.
Sebenarnya saya sendiri agak
menyesal kenapa baru mengetahuinya sekarang, untuk mengobati penyesalan saya
itu, maka saya berbagi melalui tulisan ini, agar dibaca oleh Ibu, calon Ibu dan
para remaja yang suatu saat nanti juga akan menjadi orang tua seperti saya.
Terima kasih saya ucapkan pada pada Sari Husada yang selalu berkomitmen untuk mendukung peningkatan kualitas gizi bagi anak Indonesia. salah satunya adalah dengan terus aktif mengkampanyekan pentingnya seribu hari pertama kehidupan ini.
14 comments
Smoga makin banyak calon ibu yang memperhatikan seribu hari pertama kehidupan ya mba :)
BalasHapusiya mbak...aamin, biar generasi selanjutnya lebih baik...
HapusSangat bermanfaat untuk calon ibu baru. :D Hehehehehe .... Karena pengetahuan seperti ini, masih banyak wanita yang belum mengetahuinya.
BalasHapusbener banget, makanya aku tulis ini semoga saja bermanfaat...
HapusKalau ke dokter. Biasanya dikasih tahu tentang ini. ^_^
BalasHapusiya mba... semoga semakin banyak orang yang tahu...
HapusAku paham. :o :D
BalasHapussip mba...semoga bisa menyebarkannya pada orang lain ya mba...
Hapuswah asik banget mba bisa diajak jalan-jalan :D
BalasHapusalhamdulillah...rezeki akhir tahun mbak...
HapusAnak saya 1000 hari pertama rada susah makannya, dia cuma mau makanan tertentu aja kyk kentang kukus, bahkan sempat kena anemia sangking susah makan. Ndilalah skrg sehaaaat ga sakit2an, cerdas sekali dan ceria
BalasHapusAlhamdulillah mba...mungkin karena dari hamil juga sudah terpenuhi kebutuhannya mba...jadi sudah punya "fondasi"yang kuat...semoga sehat-sehat terus ya mbak...
HapusNambah lagi aja mbak hihihi, btw makasiiih ya sharr ilmunya. Aku jg baru tau ini loh, pas banget. Tfs ♡
BalasHapusahahaha...semoga bermanfaat mbak,,,
Hapus